
Dia pun memulakan sedikit perbualan yang hangat dengan Nik, si tukang cukur yang melayaninya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan,
hingga akhirnya Tuhan jadi subjek perbualan.
"Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur. Mendengar ungkapan itu, Gatsby terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?"..
"Mudah saja, cuba anda menjengok ke luar jendela itu dan sedarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar?. Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan.Tuhan apa yang
mengizinkan semua itu terjadi..." ungkap Nik dengan nada yang tinggi.
Gatsby pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur. Namun, dia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak Lebih meluas lagi.
Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Gatsby pun berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia bertembung dengan seorang laki-laki berambut panjang dan janggutnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatkannya terlihat tidak kemas.

Gatsby kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"... Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Gatsby tersebut.
"Bagaimana mungkin mereka tidak ada, buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya sang tukang cukur.
Gatsby kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjanggut lebat seperti contohnya lelaki di luar itu."
"Ah, anda merepek saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada lelaki itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.
"Tepat!" tegas Gatsby. "Itulah contohnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah kerana mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak penderitaan di seluruh
dunia ini...."
Hehe.. Amacam?
Kalau anda suka kisah ini, ambil pengajaran dan kirimkan pada yang lain. Kalau anda juga berpikir sama seperti sang tukang cukur, abaikan saja kisah ini.

No comments:
Post a Comment